Sebuah keresahan

Aku ingin menulis…banyak yang akan kutuangkan, entah mengapa begitu sulitnya mengalirkan kalimat kalimat, bahkan sekedar kata-kata. Monitor ini begitu lama kupandangi…

Yang pasti keresahan ini begitu mengganggu… berbagai cara kulakukan untuk mengusirnya tetapi nampaknya semakin tak terkendali…

Pelan pelan aku menyadari penyebabnya…tapi aku tahu pula bahwa tidak ada solusi kecuali adanya informasi tambahan…maksudnya bukan informasi tambahan tetapi tindakan tambahan…

Tindakan tambahan seperti apa yang dapat mengusir keresahan ini? Begitu sulit terlaksana keinginanku kali ini….

Kularikan kemana keresahanku kali ini…..

Kucari dimana pengusir keresahan ini….

Perempuan pencari makna….mengapa kali ini engkau kehilangan arah?

Ayolah..pungut makna makna yang tercecer

Dengan menjumputi makna…keresahanmu dapat menguap

Ayolah…buka jendela…pandangi gelapnya langit tanpa bintang

Di balik gelapnya langit tersimpan keinginanmu yang tak terdefinisikan

Jangan pernah kau singkap  dari gelapnya langit karena keinginanmu yang takterdifinisakan lebih aman tersimpan di sana

Pandangi dan nikmati….pelan-pelan…lenyap bersama datangnya fajar…..

Add comment Juli 7, 2008 Rembulan Ku

Mencari Makna II

Liga bowling kami tidak menerapkan ketentuan handicap seperti halnya pada liga amatir apalagi liga nasional. Handicap yang kami tetapkan adalah Handicap A, B dan C.  Pada kebanyakan liga mingguan yang kami selenggarakan, peserta dengan kategori A yang memimpin pertandingan di setiap kelompoknya.

Seperti siang itu, aku yang selalu di kategori A dipasangkan dengan dua teman lain yang masing-masing kategori B dan C.  Tetapi tidak seperti siang-siang yang lain…Siang itu otakku begitu penuh…berbagai tugas..masalah…berseliweran menunggu penyelesaian…Arrow…maupun Pin…kadang berubah bentuk menjadi wajah ……berubah menjadi setumpuk buku bak bantal…Aku berniat melihat Arrow…tapi yang  terlihat justru Pin berwajah….mengingatkanku pada helm bergambar wajah diri yang dipakai oleh valentino rossie…sang juara di hampir setiap pertandingan Motor GP, idola anakku..

Siang itu lengkap sudah kekisruhan di dalam otak dan rasaku…..dengan kondisi seperti ini tentu saja skorku memalukan dan porak poranda, Sebaliknya skor dua temanku yang lain meningkat tajam..fantastis bisa mencapai skorku yang biasa kuperoleh di pertandingan-pertandingan sebelumnya….

Game pertama berakhir…dan aku begitu kecewa melihat hasilnya….Memasuki game ke dua aku berdoa…agar kedua temanku mengalami hal yang sama…Aku berdoa semoga mereka tidak menyalip prestasiku…Prestasiku yang saat ini sedang jeblok. MasyaAllah…..doaku buruk sekali…..Saat itu aku tidak menyadari bahwa doaku sangat buruk…

Mengapa aku berusaha menarik energi negatif buat kedua temanku?…Mengapa problemaku harus kubagi buat mereka..? Mengapa aku berdoa seperti itu?…Mengapa aku tidak senang melihat mereka nyaman dan senang sehingga dapat mengendalikan otak dan rasanya?…Mengapa aku tidak senang melihat prestasi mereka mengungguli diriku?….

Memasuki game ke tiga aku tersadar bahwa doaku seharusnya tidak seperti itu…dan aku berdoa sejenak..”Ya ALLAH…hilangkan sejenak simpang siur pemikiran yang tidak pada tempatnya saat ini…sampai selesainya pertandingan ini,  mudahkan hamba berkonsentrasi untuk menikmati dan menyelesaikan pertandingan ini dengan sebaik baiknya”. 

Ada kenyamanan ketika aku selesai mendendangkan doa tersebut…dan aku kini merenung..bagaimana kalau aku tidak menyadari doa pertama tersebut adalah doa yang salah?…Doa yang menunjukkan bahwa kita ingin menang dan tidak senang orang lain menang atau senang…

Apakah tim bola kita sulit menjadi macan ASEAN, ASIA bahkan DUNIA karena pemainnya tidak senang melihat orang lain dalam timnya menggungguli dirinya?..Tidak senang melihat orang lain senang? Apakah kondisi Indonesia mulai dari jaman kerajaan, penjajahan sampai saat ini juga disebabkan ingin menang sendiri, ingin senang sendiri, lebih baik jadi raja kecil dibanding hanya bagian dari kerajaan besar?

Begitu sulitkah kita melihat dan menerima kesenangan, kemujuran, kelebihan dan pendapat orang lain? Begitu sulitkah kita menjadi bagian dari suatu bagian yang lebih besar? Begitu sulitkah kita meredam ego kita? Begitu sulitkah kta hanya menjadi pion/ skrup-skrup, walaupun tanpa kehadiran satu pion atau satu skrup sebuah sistem tidaklah berjalan?

Memang begitu sulit……Padahal itulah kunci menjadi bagian dari teamwork…..team work di keluarga, teamwork di lingkungan dan teamwork di pekerjaan…Menerima kesenangan dan kemenangan orang lain, serta menerima kelebihan dan pendapat orang lain.  Bisa menjadi “bukan apa-apa” justru menghantarkan kita “Menjadi siapa”

Selamat pagi Indonesia…..

Marilah kita menjadi “bukan apa-apa”, karena sebenarnya kita menuju “Menjadi Siapa”

Add comment Juni 23, 2008 Rembulan Ku

Risau Akan Makna?

Monitor sudah di depanku…  lama aku termangu..tak ada kalimat-kalimat mengalir lembut…yang ada…berbagai pemikiran…berbagai rasa berseliweran tanpa ujung pangkal…ada saja yang belum lengkap…ada saja pekerjaan yang belum dilaksanakan…begitu banyak mau..begitu banyak yang harus dikerjakan…dan begitu banyak yang tidak dapat dikerjakan….

Tengok saja ke belakang…urutkan satu persatu apa yang telah kamu kerjakan….apa yang telah kamu berikan…apakah bak semilirnya angin tanpa jeda…ataukah…semuanya tanpa makna….

Tengok saja lagi ke belakang….pasti semuanya bermakna…bahkan ketika kemarin memungut gelas bekas air miineral di anak tangga… anak tangga yang dilewati ornag-orang berseliweran disertai gelak tawa, kecemasan maupun kesembronoan…sebuah gelas bekas air mineral  bening nyaris tak terlihat…sebuah gelas bekas air mineral yang tidak berarti akan menciptakan inseden apabila dibiarkan di sana lebih lama….Bukankah itu sebutir makna?

Tengok saja lagi ke belakang….ambil nafas…dan ingat hal-hal yang indah yang telah kau lewati…kemarin…atau kemarin dulu…

Kemarin..bukankah satu hari yang diliputi rasa nyaman….ingat selalu hari itu….kenapa begitu nyaman?….Karena ada senyuman sepanjang harikah…atau karena…wah yang ini aku betul-betul tidak dapat mendefinisikannya..Abaikan saja kebingungan ini…Masukkan saja rasa nyaman kemarin dalam jiwa…bukankah itu merupakan hembusan angin nan lembut diantara kepenatan dan kegerahan seperti in?

Sepanjang pagi hingga siang ini…bukankah diliputi terpancunya andrenalin dan kenyamanan silih berganti?…untai rasa seperti ini….untai dengan manis sebagai pembasuh kegerahan ini…

Atau ingat saja…tadi malam ketika wajah si lembut begitu damai tidur di pelukan….memberikan kedamaian dan ketentraman…bukankah sebulir makna telah kau berikan…?

Wahai perempuan pencari sejuta makna…..keberadaanmu…dengan segala keterbatasan dan kelebihanmu adalah seuntai makna yang akan menelorkan berjuta makna….jangan risaukan ini

Terus berjalan dengan tegak…terus menatap lurus ke ujung sana…di sana mentari siap memberikan senyum paling manisnya…..dunia penuh warna akan menyambutmu…kalau engkau memang menghendakinya….

Add comment Juni 23, 2008 Rembulan Ku

Kedasyatan Cinta

Diskusi tentang korelasi mengawali pembicaraan tentang cinta. Korelasi Linear yang berkali kali kami pelajari…dan yang selalu kami lupakan kembali ketika ujian telah usai, ketika skripsi telah siap dan bahkan ketika Tesis sudah terjilid dengan rapi, atau ketika hasil penelitian telah kami laporkan.  Ketika sang Profesor menjelaskan Korelasi Linear, kami, aku dan teman di sebelah saya melakukan pencarian contoh  dua variabel yang dapat diuji. 

Kali ini kebuntuan ide terjadi….Seolah aku tidak  pernah melakukan apapun dengan alat bantu korelasi, variabel-variabel begitu sulit aku temukan. Dengan terpaksa aku mencari bantuan ke teman sebelah…wah mudah itu katanya…sementara itu dia melanjutkan menuliskan ide-ide yang dapat didekati dengan alat yang bernama korelasi linear.

Mudah bagaimana tanyaku…Variabel pertama adalah Keputusan untuk menikah…variabel kedua adalah persetujuan orang tua…….ha…ha..aku tertawa..ini serius bung…aku juga serius katanya….Siapa yang mau menikah tanyaku?…Ini adalah contoh..lanjutnya…tapi ini terlalu sederhana. Kita sekolah S3..bukan D3…lanjutku kembali

Variabel tersebut tidak perlu ditentukan hubungannya atau bahkan tidak perlu dilakukan pengujian. Menurutku…Keputusan menikah adalah karena kedasyatan cinta, bukan karena variabel apapun. Kedasyatan Cinta  adalah manifestasi Jodoh yang sudah ditetapkan oleNYA…

Kalau seseorang mengambil keputusan bukan karena kedasyatan cinta, maka hidupnya selalu diliputi perhitungan-perhitungan logis. Tambah kurang dan untung rugi….Mengenai hal seperti itu..aku enggan membahasnya.

Kedasyatan cinta seperti puting beliung, sebagian orang mengalami sekali, sebagian orang mengalami berkali kali dan sebagian orang tidak mengalami sama sekali.

Puting beliung sebentar saja terjadi…selanjutnya digantikan hembusan lembut atau hembusan kasar silih berganti atau yang ada hanya sebuah kegersangan…itu semua perlu upaya dan pemeliharaan yang terus menerus. Apakah  upaya  dan pemeliharaan adalah kegiatan  yang melelahkan?

Tergantung bagaimana kita memandang dan menjalani…..hembusan lembut akan terasa kasar apabila kita merasakannya demikian, juga sebaliknya hembusan kasar akan terasa lembut dan bahkan kegersangan tidaklah berarti apa-apa, kalau kita menganggapnya bukanlah kegersangan…

Dan setelah kedasyatan cinta….hanya sebuah kesederhanaan memandang dan bersikap yang membuat segalanya indah…sebuah keindahan tak berujung.

 

1 comment Juni 21, 2008 Rembulan Ku

ssssss..hhhhh

Sunyi….

Dalam sunyi ada berjuta rasa

Diam…….

Dalam diam ada berjuta makna

Menciptakan sunyi dalam diam…….sembari memandang apartemen menjulang… melatar belakangi daun palem menari nari …….adalah kekayaan rasa dan makna..

Disepanjang pagi hingga petang…bersembunyi dalam sunyi dan diam….menciptakan rasa dan makna

 

1 comment Juni 17, 2008 Rembulan Ku

SentuhanMU

Sungguh fantastis….beberapa hari ini aku menemukan kebaikan di sana sini…dari berbagai arah….dan dari arah yang tak terkirapun. Kalau dengan inipun aku tak mampu bersyukur..lantas hidup seperti apa yang aku cari?

Seonggok rasa yang pernah bernanah..bukanlah menutup segala kenikmatan atas sajianNya yang lain….dan aku harus menjalani kehidupan ini dengan rasa syukur yang tak terperikankarena hari ini bukanlah hari kemarin…juga hari ini bukanlah hari esok… jadi kunikmati saja sajianNya hari  ini tanpa mengingat kepedihan hari kemarin, juga tanpa merasakan ketakutan akan hari esok. Kalau pun ada yang kuingat dari hari kemarin adalah hanya kejadian manis dan kebaikan kebaikan. Kalaupun ada yang kupikirkan tentang hari esok haruslah hari esok yang ceria dan penuh harapan.

Mengapa kebaikan mengelilingiku dengan manis…bukanlah pertanyaan yang perlu dijawab…tetapi bagaimana kebaikan ini dapat kuubah menjadi kebaikan kebaikan yang dapat kuberikan dengan efek multiplier adalah hal yang harus aku pikirkan…..serta hal yang harus aku lakukan …

Masih saja aku memikirkan…berbagai wajah…berbagai senyum manisnya…berbagai uluran tangannya…berbagai sentuhan pengertiannya…berbagai sentuhan persahabatannya…..

Diantara senyuman mereka…diantara kebaikan kebaikan…aku menemukanMu….Menyadari sentuhanMu…dan Aku tahu….Engkau Ya Allah…selalu di dekatku…

 

 

 

Add comment Juni 15, 2008 Rembulan Ku

Sebuah Lagu yang Manis

Mengunjungi blog dan menuangkan sebulir rasa yang teronggok di relung hati adalah sebuah keasyikan. Seperti malam ini ketika kelelahan begitu mendera…pijatan mbak iin yang bermaksud mengendorkan otot juga tidak sepenuhnya berhasil mengendorkan kelelahan.. Kelelahan macam apapun akan mengapungkan kembali berbulir bulir rasa yang teronggok..

Dengan menulis di sini…kuharapkan kelelahan ini benar-benar tuntas….sehingga pagi esok adalah pagi yang indah..

Dan malam ini aku ingin menulis tentang lirik sebuah lagu yang sangat manis…..sebuah lagu yang membangunkanku dalam perjalanan Bogor Jakarta…

Pernahku menyakitimu…Pernah kau melupakan janji indah kita….Semua karena kita ini manusia…

Akulah penjagamu…..akulah pelindungmu…disetiap langkah…langkah..langkahku

Kau bawa diriku..ke dalam hidupmu….kau basuh diriku…dengan rasa sayang

11 Januarinya GIGI…sungguh manis sekali…..dan aku akan membawanya dalam mimpiku malam ini.

 

 

Add comment Juni 14, 2008 Rembulan Ku

Tatapan Penuh Cinta

Senyum bahagia menyambut kami, menghilangkan letih setelah menempuh perjalanan beberapa jam. Aura kedamaian, aura kepasrahan dan aura penuh cinta menyeruak mengendorkan segenap kepenatan.

Rumah yang kami kunjungi adalah rumah orang tua seorang teman. Menengok adalah kata yang tepat. Menengok seorang kakek dan seorang nenek yang akan memasuki umur 80 tahun.  Kurang lebih 60 tahun beliau menghabiskan waktu dalam kebersamaan.

Kakek dan nenek yang memandang penuh syukur bahwa putra putrinya telah mandiri dan merupakan putra putri bangsa yang mempunyai andil dalam kehidupan kenegaraan dan bermanfaat bagi lingkungan..

Kakek dan nenek yang memandang saling cinta….cinta yang tak pernah luruh dalam perjalanan waktu…Apakah memang tak pernah luruh?….Ataukah kadang luruh…dan dipungut…Kadang tertiup angin…lalu ditangkap dan dikejar?…Atau memang terus menerus  tak pernah luruh?…Aku ingin menanyakan hal ini..tapi pandangan penuh cinta..membuatku membatalkan keinginanku tersebut…dan aku membiarkan ikut menikmati aura cinta yang tak pernah padam…..

Bagaimana cinta yang kita punya?..atau tepatnya Bagaimana cinta yang aku punya?…Sepanjang perjalanan aku memikirkan….Apakah aku memahami cinta?….Apakah aku telah memberi yang terbaik untuk cinta?…Bagaimana dengan cintaku dan cintanya yang kadang luruh?…Bagaimana dengan cintaku dan cintanya yang kadang tertiup angin?….

Aku semakin tak memahami cinta…apakah memang cinta tak perlu dipahami?…

Mungkin….Yang diperlukan adalah berkorban untuk memunguti cinta yang kadang luruh…menangkap cinta yang  kadang tertiup angin… Pemahaman ini sepenuhnya  tidak aku pahami…tapi saat ini sepertinya inilah jawaban atas pertanyaanku tadi….minimal untuk menetramkanku sejenak.

Memandang kakek dan nenek yang penuh cinta..aku menemukan tambahan energi untuk memunguti dan menagkap cinta…..satu demi satu..

Sepanjang perjalanan aku memikirkan…memikirkan rahasia apa yang dipunyai kakek dan nenek sehingga dapat mengantarkan putra putrinya menjadi manusia seperti sekarang ini. Manusia bermartabat, bermakna…dan bermanfaat….

Aku menduga…setiap helaan nafasnya adalah doa untuk putra putrinya….setiap cucuran keringatnya adlah untuk kemaslahatan putra putrinya….

Aku melihat diriku…dan diriku masih jauh dari hal seperti itu…aku risau…bagaimana dengan anak anakku…kalau setiap helaan nafasku bukan sepenuhnya doa untuknya…kalau setiap cucuran keringatku bukan hanya untuk kemaslahatan mereka…begitu jauhnya diriku dari teladan itu…

Di hamparan sajadah malam ini….aku  menunduk takzim…memohon kepadaMu Ya..Allah..berikan aku cinta yang tak pernah luruh dan cinta yang tak mudah tertiup angin.. Ya Allah…jadikan aku umatmu yang tahu dan bertanggungjawab tehadap kewajiban, serta pemberi banyak makna pada kehidupan ini.

Dan aku semakin tertunduk takzim menyadari bahwa aku masih tahap seperti ini

 

 

1 comment Juni 11, 2008 Rembulan Ku

Wahai Jiwa

Wahai jiwa ……biarkan semilir angin membelai wajahmu…biarkan gelombang pasang menghantam cadas karangmu…biarkan bulan menatap sendu kalbumu….biarkan matahari memanggang kulitmu…biarkan kata kata tak bermakna lewat begitu saja…dan biarkan senyum manisnya menggetarkan jiwa…

Bebaskan dirimu dari kelelahan tak bertepi…..Bebaskan dirimu dari ketidakpastian yang menakutkan…Bebaskan dirimu dari kesakitan…dan bebaskan dirimu….

Wahai jiwa….layar harus terus dikembangkan…bintang bintang berpedar pedar menghiburmu….kata kata tak bermakna tak akan mengoyakkan layarmu….dan perjalanan mesti berlanjut…

 

 

1 comment Juni 10, 2008 Rembulan Ku

Pagi ini

Pagi ini aku ingin menulis banyak…begitulah…keinginan sesederhana inipun tak harus terpenuhi….expect less…bukanlah sederhana….sulit kita laksanakan kecuali berada pada sebuah kesadaran terus menerus…karena hidup harus berjalan dengan segenap yang ada…hidup tidak harus menjalani semua keinginan…karena dalam kehidupan ini… kita harus menikmati sajian Allah…tanpa mengeluhkan yang tak tersaji….Namun kehidupan harus terus berjalan…dengan segerobak keinginan..

Pagi ini aku menyadari bahwa….Keinginan adalah ruh dalam menapaki kehidupan…tetapi…Keinginan harus dikesampingkan untuk menikmati hasil….

Selamat pagi….semoga keceriaan mewarnai kehidupan…seceria kicauan burung di luar sana….semoga hati kita selalu diterangi pijar pijar harapan..walau mendung menggumpal di langit sana…

Add comment Juni 8, 2008 Rembulan Ku

Previous Posts

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

Desember 2009
S S R K J S M
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts